Thursday, 22 March 2012

Indonesian Toon Army : Wor Community






Perkenalkan nama saya Rangga biasa dipanggil Erge, ketidakhadiran saya dalam acara gatering nasional perdana Indonesian Toon Army (ITA) adalah salah satu the biggest lost terbesar dalam hidup saya. Apalagi dalam acara tersebut ada sesi sharing pengalaman selama cinta dengan Newcastle United F.C. (NUFC) yang pastinya sangat menarik buat saya untuk mendengar cerita dari Lads and Lasses berkaitan dengan fanatismenya dengan klub bola kesayangan kita ini.

Untuk menebus hal itu saya mencoba berbagi pengalaman dan opini saya selama berada di dalam keluarga besar ITA. Semoga dapat memperkuat tali silaturahmi kita sebagai The Toon Army.

Saya awali tulisan saya dengan pertanyaan yang lumrah dikalangan anak-anak ITA. Kenapa suka  NUFC dan kapan? Jujur saya belum lama suka NUFC, baru sekitar 16 tahun. Saat itu saya kelas 1 SMP belum ngerti bola bahkan gak tau kalo NUFC lagi bagus malah seri-A masih lebih populer. Karena teman sekelas pada nonton bola akhirnya saya putuskan berubah dari anak-anak menjadi remaja dengan membeli tabloid BOLA buat tau jadwal bola di TV dan nonton bola malam-malam. Takdir membuat saya sekali nonton liga inggris langsung jatuh cinta sama kostum hitam-putihnya NUFC.

Season depannya saya jadi gila bola dengan jersey NUFC buatan 7stars dan yang berkulit jeruk selalu saya pakai ketika ekskul bola di sekolah. Hanya saya pendukung NUFC di SMP saya, teman-teman lain mendukung klub yang lebih populer. Saya sempat melihat di Tabloid Bola kolom suara suporter oom Eddy Suryadi mengajak pecinta NUFC di Indonesia untuk membuat komunitas (sampai 2 kali kalo tidak salah), namun apa daya waktu itu saya belum punya akses internet dan masih takut-takut karena masih SMP.

10 tahun gak punya kenalan yang dukung NUFC di Indonesia akhirnya berakhir karena akhirnya saya punya akses internet. Pertengahan tahun 2006 saya gabung dengan ITA di forum proboards, membernya baru 12 saat itu kalo tidak salah. Di situ adalah first contact saya dengan para sesepuh ITA yaitu Presiden kita yang tercinta Eddy Suryadi, dan Bapak-Bapak yang terhormat Mono, oom Didon, oom Dave dan oom Tiyok. Di situ untuk pertama kalinya saya bisa sharing dan diskusi tentang klub kebanggaan bersama NUFC.  Oh iya jujur saya pun baru tahu Howay the Lads dan Makem dari sini.

Kegigihan para sepuh untuk membangun ITA membuat saya juga terpanggil untuk bersama-sama mengembangkan ITA. Dalam hal ini saya mencoba sedikit berkontribusi dengan mengajak semua orang yang suka NUFC yang saya cari dan temui di dunia maya maupun nyata untuk bergabung dalam forum ITA. (almarhum) Friendster (FS) saat itu merupakan media yang sangat berharga dengan search engine-nya yang jauh lebih oke daripada Facebook.

Finally, member sudah lumayan banyak, saatnya kopi darat. Nomor HP yang ada saya sms untuk nobar, message di FS saya sebar. Nobar, bigmatch lawan Mancunt di Pondok Indah Mall harus digelar. Saya sangat excited untuk bertemu Lads and Lasses untuk pertama kalinya. Dengan memakai jersey NUFC kw-3 saya berjalan bangga masuk PIM. Nobar terlaksana dan ngobrol-ngobrol tidak canggung, wonderful experience. 5 lads were there (saya, oom Didon, Prastoto, Angga, dan Abdi). Jumlah yang sangat baik untuk komunitas kecil ITA tampil di depan umum teriak-teriak. Pertemuan ini membuat saya semakin semangat untuk nobar berikut broadcast-nya dan kontak  orang-orang baru, sudah kepalang tanggung, ITA harus berkembang.

Dalam perjalanannya ITA semakin lama semakin banyak dihuni orang-orang yang fasih dan piawai dalam berorganisasi dan juga mempunyai waktu untuk ITA. Saya sangat bersyukur atas hal ini. ITA semakin solid dan kokoh. Sekarang kalau ada event pasti ada yang invitationnya, tempat nobar udah ada yang atur kita tinggal datang, urusan sama media dan external pasti ada Lad(s) yang nyempatin datang, sumber daya futsal juga sangat berkembang pesat, ITA di daerahpun tumbuh subur. Really2 BIG Credits to these Lads  =).     
    
Sekian tahun bergabung dengan ITA saya lihat orang datang dan pergi. Sudah lebih dari 100 orang saya pernah jumpai di kegiatan ITA. Ada yang sekali datang langsung ‘klik’ dan betah malah jadi punggawa ITA, ada yang hanya sekali-sekali datang, ada juga yang hanya sekali datang dan tidak muncul lagi, ada yang bertahun-tahun/berkali-kali saya kontak akhirnya datang juga, ada yang sering kontak-kontakan namun tidak pernah ketemu sampai sekarang.

Saya sangat bahagia dan sangat respek pada Lads and Lasses yang bergabung lalu hadir di event ITA dan aktif (apalagi yang rutin) karena melihat tumbuh dan berkembangnya komunitas kecil kita ini cukup memberikan kepuasan batin. Saya rasa Lads and Lasses juga merasa demikian.

Di sisi lain saya sangat menyayangkan Lads and Lasses yang pernah datang atau malah yang rutin datang baik futsal maupun nobar dan diskusi sekarang tidak pernah ngumpul lagi. Memang tiap orang punya kepentingan berbeda-beda yang lebih diutamakan dari sekedar kumpul dengan ITA. Ada faktor pernikahan, pasangan, keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, bahkan mungkin merasa tidak nyaman bergaul dengan ITA atau masih sungkan dan ragu. Saya sendiri sejak bekerja, menikah, dan punya anak agak sangat-sangat sedikiiiiiit banget berkurang frekuensi ngumpul sama ITA.

Besar harapan saya Lads and Lasses yang sekarang hilang tersebut dapat kembali aktif di ITA walau hanya sekali-sekali ngepost di forum.

Dan.. yang paling saya sesali adalah keluarnya fans NUFC dari ITA baik itu karena faktor multi-isme kecintaan terhadap klub bola selain NUFC, di-bully oleh Lads and Lasses di forum, konfrontasi dengan Lads and Lasses lainnya, dsb. Saya sendiri tidak lepas dari dosa ini, saya ingat saya pernah membuat satu member (Lass pulak… =’() ITA keluar karena saya menghujat Alan Smith dengan kata-kata kotor. Mungkin sekarang Lass tersebut jadi ilfil sama NUFC ataupun ITA. Saya menyesal dan berjanji hal ini tidak akan saya ulangi kembali.

ITA merupakan bagian tidak terpisahkan dari passion saya terhadap NUFC. NUFC adalah salah satu hal membentuk tujuan hidup saya. Cinta saya pada NUFC membuat saya belajar dan bekerja lebih giat agar dapat mengunjungi Newcastle di masa depan yang akhirnya kesampaian dan memberi manfaat yang lebih besar di berbagai aspek kehidupan saya. Dengan kata lain ITA juga ada andil di situ =).  

Makanya mari kita sama-sama kembangkan, jaga kerukunan, keramahan, dan karakter ITA yang guyub sebagai komunitas kita sesama pecinta NUFC di Indonesia. HOWAY THE LADS  

Community is What We Make of It

Pecinta Newcastle United Football Club – Rangga Yudha Nagara



tulisan ini aslinya juga saya tujukan buat teman2 tercinta di Indonesian Toon Army--dimuat juga di website www.indotoon.com

No comments:

Post a Comment