Wah udah lama ga ngeblowg, ternyata 5 tahun lalu terakhir ane nulis di sini. Gw tambahin aja ya tulisan-tulisan ane dari kaskus..
mumpung lagi ada gerakan kebangkitan politik islam di tanah air, gw share pengalaman gw travel ke negara Balkan yang dikira mayoritas muslim tapi ternyata engga, yakni Bosnia & Herzegovina (BiH) atau singkatnya terkenal dengan Bosnia aja.
Perjalanan menuju Bosnia
Pengalaman gw masuk ke Bosnia cukup bikin tegang.. Gw masuk ke Bosnia dari arah kota Dubrovnik, Krosia pake mobil kecil Yaris yang cupu untuk medan off-road dan pegunungan.
Nah sialnya, GPS yang gw pake ini kayaknya GPS lama yang gak pernah diupdate mungkin tu petanya peta tahun 90an kali.
(kesalahan gw di sini, gw ga beli nomor lokal dan ga aktifin SIM card gw supaya bisa internasional… just for the sake of “ngirit”, padahal kalo ada nomor lokal bisa aja pake Waze atau google map)
Dengan tujuan kota Mostar dari kota Dubrovnik tu GPS nyasarin gw (well, gak nyasarin sih) untuk lewat jalan pegunungan perbatasan Kroasia-Bosnia yang sangat-sangat sepi dan banyak belum diaspal (cumin jalan pasir kerikil gitu).
Saking sepinya 1,5 jam perjalanan setelah border check gw gak papas an sama orang. Cuma jalan setapak, hutan semak2, danau, kuburan-kuburan orang kroasia, bangunan kosong sisa perang, desa kosong, dan kura-kura. Di tengah perjalanan gw nemu kura2 lagi jalan santai heheh.
Dalam menempuh rute itu, setelah 30 menit ga nemu orang dan peradaban gw mulai was-was dan nyebut dalam hati.. karena khawatir kok ga sampe2 dan perasaan jauh banget, takut banget kesasar. Berulang kali gw harus lewat jalan sempit tanpa aspal, kanan kiri semak, dan tanjakan atau turunan tajam… Yaris gak tangguh untuk medan demikian, beberapa kali mobil gw ‘ngeden’ dan ban sedikit ‘mater’…… ada 3 kali gw muter balik karena ga percaya GPS, akhirnya mutusin untuk ngikutin plang karatan yang terlihat menunjuk arah ‘Mostar’.
Suasana seram bertambah ketika gw teringat kalau (sehari sebelum masuk bosnia gw googling jalan darat Bosnia) di internet bilang masih banyak daerah Bosnia yang belum bebas dari ranjau darat sisa perang 90an lalu. Dan ini gw baru aja liwat jalan beginian trus sempet liwat desa kosong yang ujungnya ada kuburan Kroasia… Nah looo…. Dag dig dug aja bawaannya. Mana kebelet kencing…
Setelah lebih dari 1,5 jam nyetir di daerah jin buang anak akhirnya pas turun gunung, mulai nemu jalan gede dan akhirnya… PERADABANNN,, yakni desa kecil di dekat danau yang indah, Hutovo. Di situ gw tanya aja ke orang ke mana arah Mostar.
Gondoknya, gak lama kemudian ketemu jalan raya yang ternyata connected dengan jalan tol di Kroasia… ke Mostar.. damn you GPS.
road to bosnia
GPS tua biang kerok
abandoned village
kota hantu
nemu kura2
iseng dulu sebelum dilepas ke danau
tipikal desa bosniak
Mostar
Akhirnya mulai memasuki wilayah kota Mostar, jalanan ke sana menyusuri sungai Neretva yang membelah kota kecil yang indah itu.
Fyi gan, Kota Mostar adalah kota yang menginspirasi gw untuk belajar mengenai negara dan politik, mengapa ada perang dsb.
Dulu waktu SMP melalui Koran, adalah kali pertama saya mendengar mengenai kota ini yang sedang dilanda perang antara Bosnia dan Kroasia, dan Kroasia ngancurin jembatan iconic kota tersebut guna melumpuhkan moral pasukan Bosnia.
Sedikit mengenai Mostar, ini adalah kota terbesar di Hercegovina dengan penduduk 100rban jiwa dengan 40% Bosniak (Bukan Bosnian) (Muslim) yang banyakan di sisi timur Mostar, 40% Croat (Katolik) di sisi barat Mostar, dan 20%an Serb (Ortodox).
Kota ini adalah kota yang mengalami kerusakan terparah pada perang Balkan bbrp dekade lalu, karena lambatnya bantuan internasional masuk… perang di kota ini cenderung berkepanjangan.
Masih banyak cheese-shaped building yang terlihat di kota ini. Cheese-shaped maksudnya gedung yang bolong2 akibat peluru dan bom yang menghantam dan belum diperbaiki jadi bentuknya kayak keju gitu gan.
.....Mendekati kota mostar langsung cari arah ‘Stari Most’ yang merupakan atraksi utama kota itu. Parkir di sini mahal gila, 10 euro sama preman setempat yang make tanda petugas parkir..tau deh itu beneran apa engga, tapi gw ga mau cari masalah. Bayar aja.toh jalan ke city centernya jadi dekat, Cuma 5 menit dr parkiran.
Sampe di sana langsung… Makan. Laper.
Mencicipi kuliner dan bir asli Bosnia di resto pinggir sungai Neretva sambil menikmati pemandangan indah jembatan Mostar, dan aksi terjun ke sungai oleh pemuda2 setempat…
Perjalanan panjang menegangkan dan membingungkan di pegunungan 2 jam-an yang lalu terlupakan dibuai suara kumandang adzan yang merdu sekali ketika Zuhur tiba. Diiringi dengan angin sejuk Balkan dan bir hangat lokal… rasanya damai sekali…
Stari Most
Tafakur
local brew..... Sarajevski...hangat semriwing
Local Food
Di Sarajevo, mesjid gampang ditemui gan di setiap sudut kota, padahal dulu mereka gak religius...
mumpung lagi ada gerakan kebangkitan politik islam di tanah air, gw share pengalaman gw travel ke negara Balkan yang dikira mayoritas muslim tapi ternyata engga, yakni Bosnia & Herzegovina (BiH) atau singkatnya terkenal dengan Bosnia aja.
Perjalanan menuju Bosnia
Pengalaman gw masuk ke Bosnia cukup bikin tegang.. Gw masuk ke Bosnia dari arah kota Dubrovnik, Krosia pake mobil kecil Yaris yang cupu untuk medan off-road dan pegunungan.
Nah sialnya, GPS yang gw pake ini kayaknya GPS lama yang gak pernah diupdate mungkin tu petanya peta tahun 90an kali.
(kesalahan gw di sini, gw ga beli nomor lokal dan ga aktifin SIM card gw supaya bisa internasional… just for the sake of “ngirit”, padahal kalo ada nomor lokal bisa aja pake Waze atau google map)
Dengan tujuan kota Mostar dari kota Dubrovnik tu GPS nyasarin gw (well, gak nyasarin sih) untuk lewat jalan pegunungan perbatasan Kroasia-Bosnia yang sangat-sangat sepi dan banyak belum diaspal (cumin jalan pasir kerikil gitu).
Saking sepinya 1,5 jam perjalanan setelah border check gw gak papas an sama orang. Cuma jalan setapak, hutan semak2, danau, kuburan-kuburan orang kroasia, bangunan kosong sisa perang, desa kosong, dan kura-kura. Di tengah perjalanan gw nemu kura2 lagi jalan santai heheh.
Dalam menempuh rute itu, setelah 30 menit ga nemu orang dan peradaban gw mulai was-was dan nyebut dalam hati.. karena khawatir kok ga sampe2 dan perasaan jauh banget, takut banget kesasar. Berulang kali gw harus lewat jalan sempit tanpa aspal, kanan kiri semak, dan tanjakan atau turunan tajam… Yaris gak tangguh untuk medan demikian, beberapa kali mobil gw ‘ngeden’ dan ban sedikit ‘mater’…… ada 3 kali gw muter balik karena ga percaya GPS, akhirnya mutusin untuk ngikutin plang karatan yang terlihat menunjuk arah ‘Mostar’.
Suasana seram bertambah ketika gw teringat kalau (sehari sebelum masuk bosnia gw googling jalan darat Bosnia) di internet bilang masih banyak daerah Bosnia yang belum bebas dari ranjau darat sisa perang 90an lalu. Dan ini gw baru aja liwat jalan beginian trus sempet liwat desa kosong yang ujungnya ada kuburan Kroasia… Nah looo…. Dag dig dug aja bawaannya. Mana kebelet kencing…
Setelah lebih dari 1,5 jam nyetir di daerah jin buang anak akhirnya pas turun gunung, mulai nemu jalan gede dan akhirnya… PERADABANNN,, yakni desa kecil di dekat danau yang indah, Hutovo. Di situ gw tanya aja ke orang ke mana arah Mostar.
Gondoknya, gak lama kemudian ketemu jalan raya yang ternyata connected dengan jalan tol di Kroasia… ke Mostar.. damn you GPS.
road to bosnia
GPS tua biang kerok
abandoned village
kota hantu
nemu kura2
iseng dulu sebelum dilepas ke danau
tipikal desa bosniak
Mostar
Akhirnya mulai memasuki wilayah kota Mostar, jalanan ke sana menyusuri sungai Neretva yang membelah kota kecil yang indah itu.
Fyi gan, Kota Mostar adalah kota yang menginspirasi gw untuk belajar mengenai negara dan politik, mengapa ada perang dsb.
Dulu waktu SMP melalui Koran, adalah kali pertama saya mendengar mengenai kota ini yang sedang dilanda perang antara Bosnia dan Kroasia, dan Kroasia ngancurin jembatan iconic kota tersebut guna melumpuhkan moral pasukan Bosnia.
Sedikit mengenai Mostar, ini adalah kota terbesar di Hercegovina dengan penduduk 100rban jiwa dengan 40% Bosniak (Bukan Bosnian) (Muslim) yang banyakan di sisi timur Mostar, 40% Croat (Katolik) di sisi barat Mostar, dan 20%an Serb (Ortodox).
Kota ini adalah kota yang mengalami kerusakan terparah pada perang Balkan bbrp dekade lalu, karena lambatnya bantuan internasional masuk… perang di kota ini cenderung berkepanjangan.
Masih banyak cheese-shaped building yang terlihat di kota ini. Cheese-shaped maksudnya gedung yang bolong2 akibat peluru dan bom yang menghantam dan belum diperbaiki jadi bentuknya kayak keju gitu gan.
.....Mendekati kota mostar langsung cari arah ‘Stari Most’ yang merupakan atraksi utama kota itu. Parkir di sini mahal gila, 10 euro sama preman setempat yang make tanda petugas parkir..tau deh itu beneran apa engga, tapi gw ga mau cari masalah. Bayar aja.toh jalan ke city centernya jadi dekat, Cuma 5 menit dr parkiran.
Sampe di sana langsung… Makan. Laper.
Mencicipi kuliner dan bir asli Bosnia di resto pinggir sungai Neretva sambil menikmati pemandangan indah jembatan Mostar, dan aksi terjun ke sungai oleh pemuda2 setempat…
Perjalanan panjang menegangkan dan membingungkan di pegunungan 2 jam-an yang lalu terlupakan dibuai suara kumandang adzan yang merdu sekali ketika Zuhur tiba. Diiringi dengan angin sejuk Balkan dan bir hangat lokal… rasanya damai sekali…
Stari Most
Tafakur
local brew..... Sarajevski...hangat semriwing
Local Food
Sarajevo
Perjalanan dari Mostar ke Sarajevo adalah salah satu rute terindah selama overland tour gw di Balkan gan, 2 jam aja tapi melewati sungai, gunung, terowongan, danau, desa kecil dan ditutup dengan jalan tol baru yang bagus ketika masuk ke Sarajevo, Ibukota Bosnia. Sampe sana udah malem, langsung parkir mobil di motel..tidur.
Paginya langsung ikut free-walking city tour dan dapat insight mengenai Sarajevo yg menarik antara lain sbb:
Rose of Sarajevo
Akibat “Siege of Sarajevo” 11.000an warga Sarajevo tewas.. untuk yang tewas terkena mortar, lokasi tewasnya dan bekas mortarnya diisi cor-an aspal/semen yang warnanya merah yang terkenal dengan istilah “Rose of Sarajevo” sebagai pengingat pedihnya perang dan rasa syukur telah selamat dari perang.
salah satu mawar sarajevo
Brewery sebagai sumber mata air
Ketika perang berlangsung listrik, air dan gas tidak ada. Salah satu penyelamat orang Sarajevo adalah Pabrik Bir yang dibuat di masa pemerintahan Ottoman Turki. Pabrik Bir ini dibangun di atas mata air di tengah kota Sarajevo, jadi airnya idup mulu. Orang-orang pun gampang untuk menuju tempat itu ketika butuh air, tinggal lari sekencang2nya zig zag, supaya gak kena sniper. Gampang kan.
Pabrik Bir ini mungkin satu2nya yang dibikin oleh Ottoman Turki yang Islam.
Seputar Franz Ferdinand
Dibunuhnya putra mahkota kekaisaran Austro-Hungaria menjadi penyebab awal perang dunia pertama.
Yang menarik ketika percobaan pembunuhan pertama doi lolos karena granatnya meledak di mobil sebelah (salah lempar), dan si assassins supaya tidak ketahuan afiliasinya sampai nyoba bunuh diri dua kali namun gagal sampe akhirnya ditangkap. Pertama dia makan pil racun, gagal cuma muntah, terus dia kabur lompat ke kali, tapi gak mati juga karena kalinya cetek Cuma 13 cm… diangkat massa terus digebukin ga mati juga karena keburu diamankan polisi.
Dodolnya, Franz Ferdinand dan istri yang udah selamat dr percobaan pembunuhan setelah acara di dewan kota malah balik ke lokasi kejadian untuk menengok lokasi dan korban ledakan. Nah, di kesempatan kedua teman assassin yang lain memanfaatkan hal itu untuk nembak mereka dari dekat.
Komplotan assassins tersebut berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, kecuali yang nyoba bunuh diri tadi.. karena masih terlalu muda untuk dihukum mati. Lepas itu Austro-Hungary ngamuk menyatakan perang dan berusaha membasmi kelompok pemberontak tadi yang notabene orang Serbia yang Slav.
Orang Slav ditekan, Kakak tertua Slav – Rusia turun tangan bantu, orang Austria yg notabene Jerman terdesak oleh Rusia, Deuscthland sebagai kakak tertua bangsa Jerman turun tangan. Jadi deh perang dunia.
Masih banyak cerita sedih dan menarik lainnya yang disampaikan si tour guide maupun teman gw di sana, misalnya pas jaman perang, mereka hidup di bunker dan sekolah cuma 2 jam tiap hari yakni dari jam 7-9 pagi karena lepas itu biasanya adu tembak dimulai lagi setelah para tentara makan pagi dan minum teh/kopi.
Sarajevo dan Bosnia secara kasat mata turismenya mulai bangkit dan terutama banyak dikunjungi oleh turis2 asal Turki dan Timur Tengah karena ada romantisme kedekatan sesama Islam. Cerita seputar perang baik penderitaan, persaudaraan, maupun heroism menjadi daya tarik utama wisata Bosnia dipadukan dengan alam yang indah serta warisan budaya yang beragam (Turki, Austro-Hungar, Roman, dan Slavic itu sendiri).
Sayang gw ga nemu mesjid yang katanya sumbangan Indonesia melalui Pak Harto, gw kurang research juga sih sebelum brangkat dan waktu gw terbatas.
Petugas2 border Bosnia, pegawai restoran, dsb seneng banget pas tau gw dari Indonesia (terutama yang Bosniak). Salam katanya buat saudara2 dari Indonesia. Mungkin dulu bantuan/jihadis kita masuk juga ya ke Bosnia?? Hehe.
Catatan
Mostar dan Sarajevo menjadi saksi ketangguhan pejuang2 muslim.. Menghadapi 2 negara sekaligus yakni serbia (ortodox) dan kroasia (katolik), tentara bosnia yg outnumbered, outgunned (bahkan kerap scavanging dr mortar/roket lawan yg tidak meledak), dan terkepung... Dgn morale tempur yg tinggi berhasil mempertahankan kota dan di beberapa pertempuran berhasil mengepung balik tentara lawan dan menangkap mereka.. Sedemikian lama mereka brtahan hingga pasukan multinasional memutuskan untuk membantu bosnia hingga selamat dari kehancuran.. Dan berhasil memukul balik serbia serta berdamai kembali dgn kroasia
Kini,bosnia yg saya lihat adalah miniatur yugoslavia tempo dulu.. Dmana penduduknya yg multi etnis (bosniak-muslim 46%, serb-orthodox 34%, croat-katolik 14%) hidup berdampingan namun bagai api dalam sekam..upaya perdamaian total mungkin ada... Namun negeri indah ini masih brpotensi utk pecah di masa depan, jika pemimpin politiknya atau negara skitarnya bermain api kembali dengan politik identitas, sentimen etnik dan agama...
Yugoslavia adalah pelajaran berharga buat indonesia... Sosialisme mempersatukan mereka namun ketika sentimen agama dan etnis diangkat tinggi2... Pecahlah negara itu dgn korban ribuan jiwa masy sipil
Sebaliknya, Indonesia juga dapat sharing ke Bosnia agar tidak terpecah..
Jalanan Mostar-Sarajevo
salah satu kuburan yg untuk tewas tahun 1991-1994
Di Sarajevo, gedung2 residential lazim banget ada tempelan begininya gan... isinya nama2 penghuni gedung tsb yang tewas pada saat Siege of Sarajevo---nama2 Korban bombardir serbia
Kehidupan Sarajevo sekarang:
Di Sarajevo, mesjid gampang ditemui gan di setiap sudut kota, padahal dulu mereka gak religius...
Islam mengalami kebangkitan di Balkan trutama di Bosnia, berdasarkan cerita mereka waktu perang hidup mereka sangat sulit, gak punya apa2... dan saat itu mereka cuma punya keyakinan/iman sebagai satu2nya pengharapan mereka bahwa hari esok bisa lebih baik... dari situ mereka mulai berdoa dan perlahan morale tempur dan bertahan hidup mereka terjaga dan menjadi lebih tinggi... hingga akhirnya perang usai... dan mereka amat bersyukur...
akhirnya banyak dari mereka semakin religius karena percaya ada tuhan yang akan menolong mereka dan menjaga mereka melalui masa sulit dan pahit
No comments:
Post a Comment