Wednesday, 17 July 2013

Kesan pertemuan dengan Phillipe, Danny, Demba, Craig, Cheick, dan Steve (termasuk Sammy dan Alan)

Selama keberadaan saya di kota Newcastle upon Tyne (sejak September 2011 sampai dengan ketika saya menulis artikel ini) saya dinaungi keberuntungan yang belum tentu warga asli kota di Inggris Utara yang berpenduduk sekitar 240,000 jiwa tersebut mendapatkannya.. (beneran lho =p)

Keberuntungan yang saya maksud adalah pertemuan-pertemuan saya dengan beberapa pemain Newcastle United termasuk legenda dan manajernya. Pertemuan disini bukan sekedar menonton mereka bermain secara langsung namun juga terjadi sedikit percakapan dan eye contact yang bagi saya pribadi adalah pengalaman spiritual yang berharga..(kayak kalo liat hantu gitu… merinding boo)

Saya bermaksud ingin membagi pengalaman dan kesan yang saya dapat dari pertemuan singkat saya dengan idola –idola kita antara lain Albert, Simpson, Ba, Sa.Ameobi, Bellamy, Pardew, Tiote, dan Harper. Semoga bisa menambah rasa dekat kita dengan figur-figur tersebut.

1. Phillipe Albert
Saya bertemu dengan beliau pada bulan Oktober 2011 setelah pertandingan persahabatan antara tim NUFC angkatan ‘the entertainers’-nya Keegan melawan Liverpool XI di Kingston Park markas klub rugby Newcastle Falcon.

Setelah final whistle blowed para pemain legendaris NUFC dan Liverpool langsung berhamburan ke tribun VIP maupun ruang ganti namun Albert berbeda… beliau, seolah mendengar panggilan saya (dan beberapa fans lainnya), tidak langsung berkumpul dengan rekan2nya tapi malah mendekati para fans yang memanggilnya tersebut menyalaminya dan memberi tanda tangan.

Khusus kepada saya beliau menyempatkan untuk bertanya.. “Hi where are you from?” saya jawab saya datang dari Indonesia dan mendukung NUFC sejak era anda jadi bek andalan NUFC.. beliau menjawab “Wow, that’s fantastic”.. saya lalu meminta foto bareng beliau yang dengan ramah beliau meng-OK-kan “Sure.. sure…it’s my pleasure”.

Dan.. jadi lah foto di bawah ini (yang sayangnya bukan pose terbaik saya sehingga saya dan Albert Nampak jomplang dalam hal ketampanan… errrh I blame the photographer!)
Walau Albert terlihat lebih tua dari umurnya dan penampilan fisiknya sudah seperti kakek-kakek namun performanya masih luar biasa, seingat saya, Albert satu-satunya pemain NUFC yang bermain 90 menit penuh dalam pertandingan persahabatan tersebut =)




2. Danny Simpson
Pertemuan saya dengan Simmo terjadi ketika saya mendapat kabar dari twitter bahwa di NUFC shop sedang ada acara kampanye anti rasisme yang menghadirkan Leon Best, Sammy Ameobi, dan Danny Simpson… saya yang tadinya sedang berangkat menuju kampus untuk kuliah langsung belok kiri dengan niat mendapatkan tanda tangan ketiga pemain tersebut dan kalo bisa foto..

Namun apa daya ketika melihat 3 pemain itu dari dekat saya deg-deg2an..mulut terasa kaku, dan saya tidak berani untuk minta foto (maklum masi ndeso suasananya beda ketika pas ketemu Albert, banyak orang manggil2 dia,,saya tinggal ikut2an manggil juga).. namun peruntungan berubah ketika ada nenek2 sama cucunya minta tolong saya untuk ambilkan foto mereka dengan Simmo, setelah mereka beres saya foto gantian deh saya minta difotoin bareng Simmo.

Simmo menyapa duluan “Hi mate are u alright?” saya jawab “yes thank you, and thanks for this” (seraya menunjukan poster yg sudah ditandatanganinya dan siap2 pose foto)..Simmo menjawab “you re welcome mate” (dan beliau langsung pasang gaya siap untuk difoto)

Kesan saya terhadap Simmo adalah beliau sangat enjoy dengan popularitasnya di Newcastle. Dengan sabar dan ramah beliau melayani permintaan foto dan tandatangan satu-satu (ini kejadian sebelum dia dibully di twitter).. secara fisik dia terlihat sama dengan beberapa teman saya di Indonesia… jadi sharusnya bek kanan Indonesia minimal bisa kayak dia…

Tadinya saya juga mau minta foto bareng Best dan Sammy tapi apa daya nervous itu datang lagi, ya sudah lah poster dan tanda tangan aja cukup..apalagi dah dapat foto bareng Simmo..dan saya pulangah saya ke rumah =)

3. Demba Ba


Rumor yang beredar kalo Demba Ba adalah pribadi yang religious adalah benar adanya bukan hanya pencitraan ala pemerentah RI saja. Hal ini saya dapat pastikan ketika saya bertemu dengan Demba di masjid kampus Newcastle University untuk sholat jumat.

Saya secara sengaja mengambil posisi duduk di belakangnya ketika khutbah berjalan. Demba terlihat begitu kusyuk mendengar khutbah dan sesekali mengucapkan gelar untuk nabi pujaannya.

Selesai sholat saya memberanikan diri untuk meminta foto bareng beliau, namun untuk memastikan itu Demba atau bukan saya tanya dulu ke dia.. “Hi u r Demba Ba rite?”, doi tersenyum dan mengangguk. “Can I take picture with you?”, doi yg saat itu masih duduk sambil berzikir mengangguk “later outside”.

Demba melanjutkan ritualnya di masjid dengan sholat sunnah lama bgt… temannya yg sepertinya si Mehdi Abeid aja udah pulang duluan. Sampe masjid agak sepi baru Demba selesai sholat sunnahnya, abis itu dia sedikit ngobrol dulu ama pengurus mesjid… saya menunggu dengan sabar.

Setelah beranjak mau keluar barulah saya ada kesempatan ngobrol lagi dengan doi, saya bilang kalo dia dapat salam dari anak-anak Indonesian Toon Army, banyak yg ngefans dia di Indonesia terutama karena dia abis golin sujud, dan berharap doi bakal golin hari sabtu besok… Demba cukup senang mengetahui adanya ITA dan menjawab “for you and your friends, InshaAllah brother, InshaAllah”.

Kesan saya terhadap Demba, yup dia religius dan humble dan berusaha low profile,,selepas dari masjid doi jalan aja ngeluyur nutupin palanya pake kupluk gak terlihat ada mobil mewah terparkir di halaman masjid..cara berpakaiannya gak mewah, sederhana banget.

Secara fisik jidatnya doi ada item2 layaknya bapak2 yg sholatnya kuat, oh iya badannya gede tapi kakinya kecil euy….kayak gak simetris

4. Cheick Tiote

Kalau pertemuan yang satu ini benar2 rejeki lads, secara tak sengaja saya yang saat itu tengah duduk2 menunggu keberangkatan pesawat orang tua di airport Newcastle tiba-tiba dikejutkan oleh sesosok pria kekar yang mirip Tiote di depan saya.

Saya sempat ragu apakah itu benar Tiote, karena laki-laki ini berdandan sangat rapi layaknya pria metro sexual dan lebih bergaya daripada org2 yg katanya eksekutif muda itu. Saya sempat menyuruh adik saya untuk menyapa beliau namun adik saya tidak berani.

Ya udah saya samperin aja daripada penasaran. Tiote yang saat itu sedang membayar parkiran di parking machine saya langsung tegur “Hi Cheick, how are u? we are from Indonesia (sambil menunjuk keluarga saya yg sedang duduk), we are a big fan of you may I take a picture with you?”. Tiote yang sedang merapikan dompetnya menjawab dengan ramah “yea yea sure why not…”

Saya langsung panggil Ibu dan adik saya untuk berfoto bersama. Ibu saya kesenangan dan dia sempat bercakap2 sikit dengan Tiote. Tiote memasang pose paling ramah diantara bintang2 NUFC yang pernah saya temui. Bahkan sampai menanyakan udah cukup belum fotonya? Saya jawab belum.. karena adik saya juga mau foto, dan foto yg pertama kurang bagus,,, jadi foto lagi…  “no problem” dia jawab.. kami sempat foto2 beberapa kali jadinya..dan dia layani dengan sabar dan ramah. Bahkan selepas kami foto2 jadi banyak orang yang minta foto sama dia yg dia layani dengan ramah…dua anak kecil yg minta foto dia langsung rangkul

Kesan saya terhadap Tiote. Berbeda dengan ganasnya permainan dan muka doi di lapangan hijau, penampilannya di luar lapangan sangat lembut..tampilan rapi dandy, wangi parfum mahal, jam tangan mewah, di dompetnya saya lihat ada duit segepok dan beragama kartu kredit. Doi meninggalkan airport mengendarai sendiri mobilnya yang sangat mewah yaitu Bentley putih kinclong berplat TIOTE.

5. Craig Bellamy
Bellers adalah ex-bintang NUFC yang masih baik berhubungan dengan fans NUFC dan terlihat doi tipikal easy going dan suka bercanda. Kesan ini saya dapat ketika bertemu dengannya sesudah pertandingan NUFC melawan pasukan bin dippers yang berkesudahan dengan kemenangan kita dan dijadikannya Jose Enrique sebagai kiper.

Khalayak ramai yang menunggu keluarnya Carroll dan Enrique dari SJP untuk naik ke busnya Liverpool tidak jua menjumpai dua sosok tersebut. Para Geordies ini bermaksud untuk mengejek dua sosok tersebut dengan nyanyian we are in top five Enrique we r in top five…

Satu-satu pemain liverfool keluar,, pada banyak yg minta tandatangan tapi hanya beberapa saja yg melayani,,,banyak yg langsung ngibrit ke bus..mungkin karena dongkol karena kalah. Bellamy adalah yang paling ramah, mungkin karena pernah di SJP selama beberapa musim.

Dia menandatangani satu2 buku atau majalah yg disodorkan..sesekali bercanda dengan para fans NUFC ini…yang paling saya ingat adalah ketika dia membalas banter dari Geordies yang bilang. “Hey Craig! We are in top five, How d u feel bout that huh? Tell that to Enrique”… si Bellamy dengan tangkasnya menjawab “So whats the big deal mate? When am here we are 3rd”.


6. Steve Harper
Perjumpaan saya dengan Harper juga gak sengaja. Saya saat itu tengah menghadiri peresmian patung Sir Bobby di SJP dan yakin pasti banyak pemain NUFC yg datang. Nah coba-coba lah liat kanan-kiri..namun sialnya gak ada yang reachable buat diminta foto bareng.

Setelah peresmian patung usai saya dan beberapa kawan kita dari Toon Army Malaysia (TAM) jalan menuju SJP untuk ada sesi foto dengan official press NUFC. Di perjalanan itu kawan dari TAM melihat Harper dan mengajak foto dengan doi. Saya ngikut aja. Johan kawan dari TAM memperkenalkan dirinya dan kawan2nya dan saya kepada Harper, lalu foto deh kita,, saya ambil posisi paling dekat dengan Harper.


Harper terkesan sibuk dan agak tergesa-gesa saat itu.. dari segi penampilan doi layaknya ‘average joe’ lah. Sangat casual.

7. Alan Pardew & Sammy Ameobi
Dua orang ini saya jadikan satu karena hanya bertemu sekejap saja. Pardew sempat berpapasan dengan saya di lorong SJP ketika saya sedang stadium tour bersama keluarga. Saat itu saya cuma bilang “Alan Pardew!” beliau tersenyum sambil bilang “Hi” dan jalan keluar lorong.


Nampak doi tengah bekerja mempersiapkan hal-hal yg dia butuhkan untuk pertandingan yg beberapa jam lagi itu. Pardew terlihat lebih muda dan segar ketimbang dari yg biasa kita lihat di TV.

Kalau Sammy Ameobi saya tulis juga disini karena saya sudah berjumpa 3 kali dengannya. Pertama ketika acara kampanye anti rasisme, kedua ketika saya tengah menunggu Andy Carroll tapi gak keluar2 doinya malah ada Sammy jalan dibelakang saya, ketiga ketika saya berada di Aspers Casino,,Sammy masuk pake topi (kirain Shola) trus langsung ke ruang VIPnya.

Gayanya santai dengan pakaian bermerk,, gak kayak tipikal blink2 nigga gitu ala Nile Ranger gak juga kayak Tiote atau Pardew yang Dandy, gak juga kayak Demba Ba yg biasa aja (agak ngegembel malah)… Sammy ya.. gitu deh…anak-anak tapi udah tajir

8. Alan Shearer
Kalo ini sih ultimate experience buat supporter NUFC sejati, namun yang beruntung ketemu Dewa Bola ini bukan saya, tapi mimin twitter ITA, yang self declared ganteng itu… dan doi menyembah Alan Shearer gituh.. =p   berikut cerita dari doi:
–Ketemu Tuhan–

“hari itu gw sengaja bolos kuliah untuk ngantri 3 jam di WH Smith buat book signingnya doi, setelah satu jam mengantri muncul lah Sang Tuhan Maha Besar ini dengan memakai kemeja hitam dengan kancing atas dibuka satu, ganteng mampus!!!! dalam hati gw udah “kya..kyaa..kyaa” gitu (skrg gw tau perasaan cewe2 yg histeris ngeliat personel boyband idolanya..i feel you girl :D:D )

2 jam ngantri lalu tiba lah giliran gw..sambil nyodorin bukunya, gw ditanya “hi, how are you?” tapi gw saking gugup dan senangnya cuman bisa diam kaya patung dan gelagapan menjawab “a..a…a…a…fine.”. rasanya pengen gw peluk tp ga berani. abis sesi tandatangan itu gw jalan pulang loncat2 kesenengan kaya baru balik dari surga..hari itu hidup sungguh terasa indah. :D:D ”


Sekian. I hope You All Enjoy This Experience.. dan yaitu deh… membawa kita sedikit lebih dekat kepada idola-idola kita ini dengan mengetahui sedikit informasi kehidupan mereka di luar sepak bola =)

Tuesday, 16 July 2013

Indonesian Toon Army: Indonesian by Birth, Toon Army by the Grace of God


Ini adalah tulisan saya beberapa tahun lalu yang dimuat di the MAG UK....


It may be a bit confusing for you all Geordies born and bred why bunch of people on the other side of the world as far as Indonesia choosing to support NUFC although the club almost never wins anything..
Here, if you like, I want to share a bit of story of Indonesian Toon Army (ITA) and some of the reason why some Indonesian considered themselves bleed black and white. Here it goes.
Since the late 1980s Indonesian national TV station started to broadcast English Football League to Indonesian public with Liverpool or Man-U dominated the league. However, NUFC started to gained attention in Indonesia when they promoted in 1993 and more affection came when the attacking football ala Keegan was more often shown up on TV.    
When Liverpool and Manchester United already grabbed millions fans in Indonesia in just few years due to their success, the emergence of NUFC (along with Blackburn also in the radar) that try to break their domination considered as a fresh air to footy lovers whose dislike that two teams.
Some people begun to follow how NUFC goes in the league then support the team or directly support the team after love at the first sight experience, more to come to support NUFC after Shearer signed. As far I remember Shearer’s move to NUFC was gained big attention in Indonesian sport press/media with reputable sport magazines/news put Shearer’s famous photo in front of NUFC fans as their front cover.
Surprisingly based on ITA’s data (as we asked wor members why do you support NUFC?), the black and white shirt of NUFC is the main reason of why ITA’s members support NUFC at the first place.. you know, love can be happen and come just like that =). It is just a destiny that we chose to love NUFC or maybe the grace of god?
In 1999, as internet started to become cheaper and cheaper and wider internet coverage penetrated Indonesia, ITA’s founder Eddy Shearyadi has initiative to organize and contact as many as possible (if not all) NUFC fans in this very vast archipelagic country of Indonesia under the supporters club named ‘Indonesian Toon Army’. His initial effort was success when dozens of Indonesian NUFC supporter finally met up on-line to discuss and sharing passion to NUFC.
From there we stepped up the efforts by using Friendster, Myspace, then Facebook, and even say hi to stranger we don’t know if he/she wearing NUFC shirt and ask them whether they support NUFC or not, if yes then please join us. This method is like “Hello, I just met you, and this is crazy, here’s my number, so call me maybe?”… and this campaign still goes on until now =). For your information NUFC fans in Indonesia is very rare compared to other bigger clubs, for this reason we all happy to find out or to be found by/our fellow Toon Army in Indonesia.
It is such a blessed feeling when all NUFC supporters that we found in Indonesia were happily told that finally they found their community/family because they thought that all this time they were all alone in the sea of glory hunter fans that always changing their heart and shirt (which is disgusting) in supporting Liverpool, Man-U, Chelsea, and the most recent Man-City and even clubs from other leagues like Milan, Madrid, and Barca.      
When more fans were more routinely gathered in online forum finally we agreed to make our first real face to face meeting to watch live match NUFC in one of the biggest shopping center in Jakarta, unfortunately only 5 of us attended that first meeting (from about 50 members).
                                                                 ITA's first gathering
The lack of members shown up in the very first meeting was rather than cooling down the passion to routinely gather up when NUFC play but it was just flamed us instead. More texts, messages, e-mails of invitation were sent to all members to come to our meeting in every NUFC game be it in the afternoon or late of night, weekend or midweek. When the fans confidence, friendly atmosphere, and sense of belonging to ITA were established and stabile, in the end the number of lads like in the photo below is likely to sing along in every NUFC game in some cities in Indonesia.

In term of craziness, fanaticism, and passion to NUFC no doubt these gentlemen are among the best. We never lost in singing against far superior in number of supporter clubs, our banter is definitely the cleverest and the best among supporter clubs in Indonesia.
From some of many fanaticisms, these are some love of my fellow Toon faithful that I noted most;
Firstly, one of our members is worshiping Shearer as his god and Shola is the apostle, this guy is super crazy;

Secondly, its been a norm to us that if we are married there must be some NUFC attributes in that holy ceremonies, be it the bride/groom wearing NUFC merchandise or even shirts, or the guest dress code should be black and white, moreover the pre-wedding photo wearing NUFC shirts is a must for many of us;

Thirdly, majority of us are collecting NUFC shirts and there is even a small lad that collecting the shirts with every NUFC players name on it …so he will have more than 11 new NUFC shirts in every season with Taylor, Collocini, Cisse, etc printed on it, the more hilarious way of collecting NUFC shirts is conducted by our member who prefer only to own the fake version of NUFC shirts as his collection, if there’s none in the market he will make it by himself.

Fourthly, there is one guy that pledged last season if NUFC succeed to secure a place in the big 5 he will treat some of ITA members to go to SJP (he will pay all the cost to get there! Haha), and NUFC in the top 5 did happened! So now we expect that another delegation of ITA will soon visit SJP to watch the EPL and Europa League match.

Fifthly, I clearly remember of how we made a lot of extra effort to watch NUFC game during our championship division days. We went from café to café, pub to pub, mal to mal in order to get a place that show championship actions which of course we came out with zero result. We ended up by watching live streaming which is lack of quality due to low internet speed or even have to be satisfied by only follow the match through livescore updates. The extra efforts were worth it noted that in the end of the season we were back to Premiership as champion.

The last and the thing that I consider that we Indonesian Toon Army can be proud as NUFC true supporter is our effort to go to SJP. Many of us saves substantial amount of money to get there, as you know normal Indonesian income are not as high as people in developed countries, so it is a huge sacrifice to do just to make our self can visit SJP. Visit Newcastle or SJP is like a dream, obsession, life achievement, and life purpose for ITA members, it is have spiritual and sentimental values, the feel is like a devoted Muslim longing to visit Mecca. As Indonesia going more prosperous you’ll notice more Indonesian travel to Newcastle.  

Some cleverer way is by obtaining scholarship to study in the UK. Some fans like me is lucky enough to get that scholarship by argued brightly to convince the scholarship board so I can study in Newcastle University which that means I –goes without saying—have secure my place as a season ticket holder at SJP, of course I concealed my true intention in studying at Newcastle University LOL. For me a year study in Newcastle was wonderful and we have a brilliant season of 2011/2012.     

Indonesian Toon Army now consists of 1.168 members with estimated 750 active members, I believe ITA is the biggest NUFC supporter club outside the UK or Ireland and we keep on growing (although at slower pace compared to Chelsea, Barca, or Man-City fans) bear in mind that
1. Duo Dembas and Ben Arfa are very popular nowadays and so does NUFC as non-mainstream football club that may attract interest of new young football fans;
2. Indonesia is very vast archipelagic state with thousands of islands with so many remote areas without internet access (although TV coverage is already nationwide so watching NUFC is no longer big problem for every Indonesia in every corner of the country) so the possibility to find new fellow Toon Army is still have a great odds. In the other words the current number of NUFC supporter in Indonesia as registered as ITA members might be smaller due to undetected fans out there in remote villages or mountains =)

Last thing I want to say is we may not a Geordie born and bred but we are not different a single bit in the level of love, loyalty, and passion for NUFC, for us it is like dying if a week without NUFC. Every member of ITA is young people in the age between as young as 14 to 42 years old with most of us already support NUFC for 14 to 18 years and definitely still on the go until the day we die.

HOWAY THE LADS!



PS:
If there any Geordies in exile or Toon Army in Indonesia that might not want to miss NUFC match during your stay in Indonesia why not contact us? We are live and sound in the big cities like Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bogor, Medan, Semarang, and Makassar
You can reach us through twitter: @IndoToonArmy or facebook: http://www.facebook.com/groups/indo.toonarmy/?fref=ts   don’t worry we do speak English =)
We also have website that you may want to check: www.indotoon.com but it’s in Indonesian Language =)





Monday, 15 July 2013

PASAR JUMAT DI KUWAIT CITY

Ini tulisan saya yang pernah dimuat di majalah AKSES



“Pasar Jumat” di benak warga Jakarta jika mendengar kata ini mungkin yang terlintas adalah sebuah daerah di sekitar terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang penuh dengan kesemarawutan hiruk pikuk bus antar kota. Namun akan lain halnya dengan Pasar Jumat (Souq al Jum’a) di Kuwait City Ibukota negara Kuwait, bukan seperti daerah Pasar Jumat yang kita kenal selama ini, bagi masyarakat Kuwait Pasar Jumat adalah surga belanja yang ditunggu-tunggu tiap pekannya, baik warga asli Kuwait maupun para pendatang dan pekerja asing. Ketika hari Jumat tiba mereka akan berbondong-bondong datang ke Pasar Jumat dan yang paling terkenal berada di daerah Shuwaikh, pinggiran Kuwait City.

Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kuwait, event ini tidak boleh dilewatkan.

Apa itu Pasar Jumat / Souq al Jum’a?
Seperti namanya, Pasar Jumat diadakan setiap pekan di hari Jumat setelah sholat Jumat sampai dengan pukul 10 malam, pasar ini digelar di ruang terbuka. Untuk Pasar Jumat di Shuwaikh digelar di area seluas kurang lebih 15 hektar atau hampir setara dengan luas kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata. Hampir semua barang yang dijual di pasar ini adalah barang-barang bekas atau populernya di Indonesia disebut dengan pasar loak.

Pasar loak? Ya memang pasar loak, tapi tunggu dulu.. ini pasar loaknya Kuwait..sebuah negeri petrodollar dengan pendapatan perkapita rata-rata penduduknya sekitar 45.000 USD per tahunnya, tentu saja banyak barang ‘loak’ (baca: bekas tapi mewah) dari penduduk lokal yang kaya raya yang sayang untuk dilewatkan.
Ketika penulis diajak untuk berkunjung ke Pasar Jumat ini oleh seorang teman dan diceritakan teman tersebut bahwa yang akan dikunjungi adalah pasar barang-barang bekas, memang yang pertama kali terlintas dipikiran adalah tempat dimana barang-barang bekas yang lusuh, kotor, dan tidak menarik dikumpulkan dan dijual. Namun demikian ajakan tersebut tetap saya sambut positif, saya tetap ikut ke sana karena teman saya sangat bersemangat untuk mengajak saya ke lokasi.

Lain dengan yang dibayangkan penulis sebelumnya, penulis sungguh terkejut ketika sesampainya di Pasar Jumat, Shuwaikh, penulis melihat berbagai barang-barang antik, collectibles, dan unik, ada pula yang masih relatif baru, bahkan ada barang yang cenderung mewah diperdagangkan di situ. Hampir semua barang-barang ada dijual di sini mulai dari perabot rumah tangga, elektronik, pakaian, sepatu, barang antik, hewan ternak dan peliharaan, sampai mainan anak-anak dan dewasa.

Bagian yang paling menarik bagi penulis adalah bagian pasar yang berisi penjual-penjual gadget oldiest, atau vintage alias jadul. Tentu saja para kolektor dan pecinta gadget akan betah berlama-lama di bagian ini, meneliti satu demi satu gadget kuno idaman. Di tempat tersebut penulis menemukan beberapa kamera dan video game yang langka seperti ‘Atari’ dan ‘Sega Genesis’.


Menaklukan Pasar Jumat
Bagi anda yang gemar berbelanja sekaligus berburu barang-barang berkualitas dengan harga miring Pasar Jumat di Kuwait ini memang tempat yang pas untuk memuaskan nafsu berbelanja. Namun sebagaimana layaknya pasar tradisional di seluruh dunia, anda perlu gigih dalam tawar menawar untuk mendapatkan harga yang benar-benar murah.

Sebagai ilustrasi, dengan tawar menawar yang lumayan alot, penulis mendapatkan jam tangan ber-merk mahal yang tentunya produk orisinil dengan harga sekitar 15 KD (Kuwaiti Dinar) dari harga awal 30 KD, (1 KD = +/- 35.000 rupiah) padahal harga di toko jam untuk jam tangan jenis ini masih sekitar 300 – 400 US Dollar. Contoh lain adalah teman saya yang beruntung mendapatkan playstation 3 dengan harga 40 KD padahal harga di pasaran lumayan jauh di atas harga tersebut, kondisinya pun masih mulus. Oh ya, sekedar info tambahan, tawar menawar dengan pedagang Arab akan relatif lebih santai ketimbang dengan pedagang Asia Selatan apalagi jika anda menguasai bahasa arab.

Meski keahlian dalam tawar menawar dibutuhkan, untuk yang enggan untuk menawarpun tidak jadi masalah karena harga awal yang ditawarkan pedagang di Pasar Jumat ini umumnya sudah lebih murah daripada harga normal di pasaran.

Selain bargaining skill sebagaimana disebut di atas, diperlukan pula kesabaran dan kejelian untuk menemukan barang idaman anda. Jangan langsung bertransaksi jika menemui barang yang ingin anda beli, cukup tanya harga terlebih dahulu,  dan lanjutkan dengan melihat-lihat di lapak-lapak berikutnya karena bisa jadi ada barang yang lebih bagus dan lebih murah bagi anda. Jika sudah merasa cukup melihat-lihat langsung tuju lapak pedagang yang menjual barang incaran anda and then..bargain hard!

Tips lainnya yang kiranya perlu sampaikan adalah:
1.       Bawalah uang pecahan kecil (receh) agar lebih praktis berbelanjanya;
2.       Datang agak lebih awal (sebelum malam) guna mendapat parkir yang relatif lebih dekat dengan lokasi dan keleluasaan dalam memilih barang (biasanya barang yang bagus cepat habis);
3.       Musim dingin adalah waktu yang paling nyaman untuk berkunjung ke Kuwait sebab suhu musim panas di Kuwait dapat mencapai 48 derajat celcius!
4.       Bagi penyayang hewan disarankan untuk tidak singgah ke bagian jual-beli hewan ternak ataupun peliharaan karena seringkali terlihat pelanggaran hak asasi hewan di tempat tersebut. Hal ini merupakan satu-satunya hal yang disayangkan dari keberadaan Pasar Jumat ini, sudah banyak pihak dari pemerhati kesejahteraan hewan menyerukan agar bagian ini tidak lagi dibuka.


Pasar Jumat = Kuwait Insight
Selain mendapat keasyikan berbelanja, melalui Pasar Jumat ini anda juga dapat mengenal lebih dalam budaya dan kehidupan sehari-hari warga Kuwait serta perkembangan terkini Kuwait khususnya dalam hubungan antar bangsa yang berada di Kuwait. Perlu anda ketahui bahwa 2/3 dari 3 juta orang yang tinggal di Kuwait adalah warga asing yang bermata pencaharian di Kuwait, ribuan di antaranya Warga Negara Indonesia.

Dengan berbincang-bincang sejenak dengan pedagang dan pengunjung yang rata-rata ramah terhadap turis sembari duduk minum kopi dipastikan hal ini sudah dapat ‘mengisi’ kita dengan muatan lokal yang menarik khas Kuwait yang tentu saja menambah value kunjungan anda di Kuwait.


Berdasarkan survey travel guide terkemuka “Lonely Planet” terhadap para anggotanya, mengunjungi Souq al Jum’a berada di urutan 16 dari 68 hal yang wajib dilakukan ketika berada di Kuwait City, (objek wisata Kuwait yang paling terkenal adalah Kuwait Tower, Aqua Park, Pasar Ikan, dan Grand Mosque). Namun dalam list penulis, singgah dan berbelanja di Pasar Jumat ketika anda sedang ada di Kuwait City adalah yang nomor satu dan hal yang paling mengasyikan dari Kuwait City. Saya cukup bahagia mendapat barang-barang collectible untuk dibawa pulang ke tanah air yang kemungkinan akan saya jual kembali untuk mendapatkan keuntungan.