Monday, 15 July 2013

PASAR JUMAT DI KUWAIT CITY

Ini tulisan saya yang pernah dimuat di majalah AKSES



“Pasar Jumat” di benak warga Jakarta jika mendengar kata ini mungkin yang terlintas adalah sebuah daerah di sekitar terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang penuh dengan kesemarawutan hiruk pikuk bus antar kota. Namun akan lain halnya dengan Pasar Jumat (Souq al Jum’a) di Kuwait City Ibukota negara Kuwait, bukan seperti daerah Pasar Jumat yang kita kenal selama ini, bagi masyarakat Kuwait Pasar Jumat adalah surga belanja yang ditunggu-tunggu tiap pekannya, baik warga asli Kuwait maupun para pendatang dan pekerja asing. Ketika hari Jumat tiba mereka akan berbondong-bondong datang ke Pasar Jumat dan yang paling terkenal berada di daerah Shuwaikh, pinggiran Kuwait City.

Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kuwait, event ini tidak boleh dilewatkan.

Apa itu Pasar Jumat / Souq al Jum’a?
Seperti namanya, Pasar Jumat diadakan setiap pekan di hari Jumat setelah sholat Jumat sampai dengan pukul 10 malam, pasar ini digelar di ruang terbuka. Untuk Pasar Jumat di Shuwaikh digelar di area seluas kurang lebih 15 hektar atau hampir setara dengan luas kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata. Hampir semua barang yang dijual di pasar ini adalah barang-barang bekas atau populernya di Indonesia disebut dengan pasar loak.

Pasar loak? Ya memang pasar loak, tapi tunggu dulu.. ini pasar loaknya Kuwait..sebuah negeri petrodollar dengan pendapatan perkapita rata-rata penduduknya sekitar 45.000 USD per tahunnya, tentu saja banyak barang ‘loak’ (baca: bekas tapi mewah) dari penduduk lokal yang kaya raya yang sayang untuk dilewatkan.
Ketika penulis diajak untuk berkunjung ke Pasar Jumat ini oleh seorang teman dan diceritakan teman tersebut bahwa yang akan dikunjungi adalah pasar barang-barang bekas, memang yang pertama kali terlintas dipikiran adalah tempat dimana barang-barang bekas yang lusuh, kotor, dan tidak menarik dikumpulkan dan dijual. Namun demikian ajakan tersebut tetap saya sambut positif, saya tetap ikut ke sana karena teman saya sangat bersemangat untuk mengajak saya ke lokasi.

Lain dengan yang dibayangkan penulis sebelumnya, penulis sungguh terkejut ketika sesampainya di Pasar Jumat, Shuwaikh, penulis melihat berbagai barang-barang antik, collectibles, dan unik, ada pula yang masih relatif baru, bahkan ada barang yang cenderung mewah diperdagangkan di situ. Hampir semua barang-barang ada dijual di sini mulai dari perabot rumah tangga, elektronik, pakaian, sepatu, barang antik, hewan ternak dan peliharaan, sampai mainan anak-anak dan dewasa.

Bagian yang paling menarik bagi penulis adalah bagian pasar yang berisi penjual-penjual gadget oldiest, atau vintage alias jadul. Tentu saja para kolektor dan pecinta gadget akan betah berlama-lama di bagian ini, meneliti satu demi satu gadget kuno idaman. Di tempat tersebut penulis menemukan beberapa kamera dan video game yang langka seperti ‘Atari’ dan ‘Sega Genesis’.


Menaklukan Pasar Jumat
Bagi anda yang gemar berbelanja sekaligus berburu barang-barang berkualitas dengan harga miring Pasar Jumat di Kuwait ini memang tempat yang pas untuk memuaskan nafsu berbelanja. Namun sebagaimana layaknya pasar tradisional di seluruh dunia, anda perlu gigih dalam tawar menawar untuk mendapatkan harga yang benar-benar murah.

Sebagai ilustrasi, dengan tawar menawar yang lumayan alot, penulis mendapatkan jam tangan ber-merk mahal yang tentunya produk orisinil dengan harga sekitar 15 KD (Kuwaiti Dinar) dari harga awal 30 KD, (1 KD = +/- 35.000 rupiah) padahal harga di toko jam untuk jam tangan jenis ini masih sekitar 300 – 400 US Dollar. Contoh lain adalah teman saya yang beruntung mendapatkan playstation 3 dengan harga 40 KD padahal harga di pasaran lumayan jauh di atas harga tersebut, kondisinya pun masih mulus. Oh ya, sekedar info tambahan, tawar menawar dengan pedagang Arab akan relatif lebih santai ketimbang dengan pedagang Asia Selatan apalagi jika anda menguasai bahasa arab.

Meski keahlian dalam tawar menawar dibutuhkan, untuk yang enggan untuk menawarpun tidak jadi masalah karena harga awal yang ditawarkan pedagang di Pasar Jumat ini umumnya sudah lebih murah daripada harga normal di pasaran.

Selain bargaining skill sebagaimana disebut di atas, diperlukan pula kesabaran dan kejelian untuk menemukan barang idaman anda. Jangan langsung bertransaksi jika menemui barang yang ingin anda beli, cukup tanya harga terlebih dahulu,  dan lanjutkan dengan melihat-lihat di lapak-lapak berikutnya karena bisa jadi ada barang yang lebih bagus dan lebih murah bagi anda. Jika sudah merasa cukup melihat-lihat langsung tuju lapak pedagang yang menjual barang incaran anda and then..bargain hard!

Tips lainnya yang kiranya perlu sampaikan adalah:
1.       Bawalah uang pecahan kecil (receh) agar lebih praktis berbelanjanya;
2.       Datang agak lebih awal (sebelum malam) guna mendapat parkir yang relatif lebih dekat dengan lokasi dan keleluasaan dalam memilih barang (biasanya barang yang bagus cepat habis);
3.       Musim dingin adalah waktu yang paling nyaman untuk berkunjung ke Kuwait sebab suhu musim panas di Kuwait dapat mencapai 48 derajat celcius!
4.       Bagi penyayang hewan disarankan untuk tidak singgah ke bagian jual-beli hewan ternak ataupun peliharaan karena seringkali terlihat pelanggaran hak asasi hewan di tempat tersebut. Hal ini merupakan satu-satunya hal yang disayangkan dari keberadaan Pasar Jumat ini, sudah banyak pihak dari pemerhati kesejahteraan hewan menyerukan agar bagian ini tidak lagi dibuka.


Pasar Jumat = Kuwait Insight
Selain mendapat keasyikan berbelanja, melalui Pasar Jumat ini anda juga dapat mengenal lebih dalam budaya dan kehidupan sehari-hari warga Kuwait serta perkembangan terkini Kuwait khususnya dalam hubungan antar bangsa yang berada di Kuwait. Perlu anda ketahui bahwa 2/3 dari 3 juta orang yang tinggal di Kuwait adalah warga asing yang bermata pencaharian di Kuwait, ribuan di antaranya Warga Negara Indonesia.

Dengan berbincang-bincang sejenak dengan pedagang dan pengunjung yang rata-rata ramah terhadap turis sembari duduk minum kopi dipastikan hal ini sudah dapat ‘mengisi’ kita dengan muatan lokal yang menarik khas Kuwait yang tentu saja menambah value kunjungan anda di Kuwait.


Berdasarkan survey travel guide terkemuka “Lonely Planet” terhadap para anggotanya, mengunjungi Souq al Jum’a berada di urutan 16 dari 68 hal yang wajib dilakukan ketika berada di Kuwait City, (objek wisata Kuwait yang paling terkenal adalah Kuwait Tower, Aqua Park, Pasar Ikan, dan Grand Mosque). Namun dalam list penulis, singgah dan berbelanja di Pasar Jumat ketika anda sedang ada di Kuwait City adalah yang nomor satu dan hal yang paling mengasyikan dari Kuwait City. Saya cukup bahagia mendapat barang-barang collectible untuk dibawa pulang ke tanah air yang kemungkinan akan saya jual kembali untuk mendapatkan keuntungan.

No comments:

Post a Comment