Ini tulisan saya yang pernah dimuat di majalah AKSES
“Pasar Jumat” di benak warga Jakarta jika mendengar kata ini mungkin yang
terlintas adalah sebuah daerah di sekitar terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan
yang penuh dengan kesemarawutan hiruk pikuk bus antar kota. Namun akan lain
halnya dengan Pasar Jumat (Souq al Jum’a)
di Kuwait City Ibukota negara Kuwait, bukan seperti daerah Pasar Jumat yang
kita kenal selama ini, bagi masyarakat Kuwait Pasar Jumat adalah surga belanja
yang ditunggu-tunggu tiap pekannya, baik warga asli Kuwait maupun para
pendatang dan pekerja asing. Ketika hari Jumat tiba mereka akan
berbondong-bondong datang ke Pasar Jumat dan yang paling terkenal berada di
daerah Shuwaikh, pinggiran Kuwait City.
Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kuwait, event ini tidak boleh
dilewatkan.
Apa itu Pasar Jumat / Souq al
Jum’a?
Seperti namanya, Pasar Jumat diadakan setiap pekan di hari Jumat setelah
sholat Jumat sampai dengan pukul 10 malam, pasar ini digelar di ruang terbuka.
Untuk Pasar Jumat di Shuwaikh digelar di area seluas kurang lebih 15 hektar
atau hampir setara dengan luas kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata. Hampir
semua barang yang dijual di pasar ini adalah barang-barang bekas atau
populernya di Indonesia disebut dengan pasar loak.
Pasar loak? Ya memang pasar loak, tapi tunggu dulu.. ini pasar loaknya
Kuwait..sebuah negeri petrodollar
dengan pendapatan perkapita rata-rata penduduknya sekitar 45.000 USD per
tahunnya, tentu saja banyak barang ‘loak’ (baca: bekas tapi mewah) dari
penduduk lokal yang kaya raya yang sayang untuk dilewatkan.
Ketika penulis diajak untuk berkunjung ke Pasar Jumat ini oleh seorang
teman dan diceritakan teman tersebut bahwa yang akan dikunjungi adalah pasar
barang-barang bekas, memang yang pertama kali terlintas dipikiran adalah tempat
dimana barang-barang bekas yang lusuh, kotor, dan tidak menarik dikumpulkan dan
dijual. Namun demikian ajakan tersebut tetap saya sambut positif, saya tetap
ikut ke sana karena teman saya sangat bersemangat untuk mengajak saya ke
lokasi.
Lain dengan yang dibayangkan penulis sebelumnya, penulis sungguh terkejut
ketika sesampainya di Pasar Jumat, Shuwaikh, penulis melihat berbagai
barang-barang antik, collectibles,
dan unik, ada pula yang masih relatif baru, bahkan ada barang yang cenderung
mewah diperdagangkan di situ. Hampir semua barang-barang ada dijual di sini
mulai dari perabot rumah tangga, elektronik, pakaian, sepatu, barang antik,
hewan ternak dan peliharaan, sampai mainan anak-anak dan dewasa.
Bagian yang paling menarik bagi penulis adalah bagian pasar yang berisi
penjual-penjual gadget oldiest, atau vintage alias jadul. Tentu saja para
kolektor dan pecinta gadget akan betah berlama-lama di bagian ini, meneliti
satu demi satu gadget kuno idaman. Di tempat tersebut penulis menemukan
beberapa kamera dan video game yang
langka seperti ‘Atari’ dan ‘Sega Genesis’.
Menaklukan Pasar Jumat
Bagi anda yang gemar berbelanja sekaligus berburu barang-barang berkualitas
dengan harga miring Pasar Jumat di Kuwait ini memang tempat yang pas untuk
memuaskan nafsu berbelanja. Namun sebagaimana layaknya pasar tradisional di
seluruh dunia, anda perlu gigih dalam tawar menawar untuk mendapatkan harga
yang benar-benar murah.
Sebagai ilustrasi, dengan tawar menawar yang lumayan alot, penulis
mendapatkan jam tangan ber-merk mahal yang tentunya produk orisinil dengan
harga sekitar 15 KD (Kuwaiti Dinar) dari harga awal 30 KD, (1 KD = +/- 35.000
rupiah) padahal harga di toko jam untuk jam tangan jenis ini masih sekitar 300
– 400 US Dollar. Contoh lain adalah teman saya yang beruntung mendapatkan playstation 3 dengan harga 40 KD padahal
harga di pasaran lumayan jauh di atas harga tersebut, kondisinya pun masih
mulus. Oh ya, sekedar info tambahan, tawar menawar dengan pedagang Arab akan
relatif lebih santai ketimbang dengan pedagang Asia Selatan apalagi jika anda
menguasai bahasa arab.
Meski keahlian dalam tawar menawar dibutuhkan, untuk yang enggan untuk
menawarpun tidak jadi masalah karena harga awal yang ditawarkan pedagang di
Pasar Jumat ini umumnya sudah lebih murah daripada harga normal di pasaran.
Selain bargaining skill
sebagaimana disebut di atas, diperlukan pula kesabaran dan kejelian untuk
menemukan barang idaman anda. Jangan langsung bertransaksi jika menemui barang
yang ingin anda beli, cukup tanya harga terlebih dahulu, dan lanjutkan dengan melihat-lihat di
lapak-lapak berikutnya karena bisa jadi ada barang yang lebih bagus dan lebih
murah bagi anda. Jika sudah merasa cukup melihat-lihat langsung tuju lapak
pedagang yang menjual barang incaran anda and
then..bargain hard!
Tips lainnya yang kiranya perlu sampaikan adalah:
1.
Bawalah uang
pecahan kecil (receh) agar lebih praktis berbelanjanya;
2.
Datang agak
lebih awal (sebelum malam) guna mendapat parkir yang relatif lebih dekat dengan
lokasi dan keleluasaan dalam memilih barang (biasanya barang yang bagus cepat
habis);
3.
Musim dingin
adalah waktu yang paling nyaman untuk berkunjung ke Kuwait sebab suhu musim
panas di Kuwait dapat mencapai 48 derajat celcius!
4.
Bagi
penyayang hewan disarankan untuk tidak singgah ke bagian jual-beli hewan ternak
ataupun peliharaan karena seringkali terlihat pelanggaran hak asasi hewan di
tempat tersebut. Hal ini merupakan satu-satunya hal yang disayangkan dari
keberadaan Pasar Jumat ini, sudah banyak pihak dari pemerhati kesejahteraan
hewan menyerukan agar bagian ini tidak lagi dibuka.
Pasar Jumat = Kuwait Insight
Selain mendapat keasyikan berbelanja, melalui Pasar Jumat ini anda juga
dapat mengenal lebih dalam budaya dan kehidupan sehari-hari warga Kuwait serta
perkembangan terkini Kuwait khususnya dalam hubungan antar bangsa yang berada
di Kuwait. Perlu anda ketahui bahwa 2/3 dari 3 juta orang yang tinggal di
Kuwait adalah warga asing yang bermata pencaharian di Kuwait, ribuan di
antaranya Warga Negara Indonesia.
Dengan berbincang-bincang sejenak dengan pedagang
dan pengunjung yang rata-rata ramah terhadap turis sembari duduk minum kopi
dipastikan hal ini sudah dapat ‘mengisi’ kita dengan muatan lokal yang menarik
khas Kuwait yang tentu saja menambah value
kunjungan anda di Kuwait.
Berdasarkan survey travel guide
terkemuka “Lonely Planet” terhadap
para anggotanya, mengunjungi Souq al
Jum’a berada di urutan 16 dari 68 hal yang wajib dilakukan ketika berada di
Kuwait City, (objek wisata Kuwait yang paling terkenal adalah Kuwait Tower, Aqua Park, Pasar Ikan, dan
Grand Mosque). Namun dalam list
penulis, singgah dan berbelanja di Pasar Jumat ketika anda sedang ada di Kuwait
City adalah yang nomor satu dan hal yang paling mengasyikan dari Kuwait City.
Saya cukup bahagia mendapat barang-barang collectible
untuk dibawa pulang ke tanah air yang kemungkinan akan saya jual kembali
untuk mendapatkan keuntungan.


No comments:
Post a Comment